Bupati Tanah Datar Eka Putra Pastikan Tetap Cari Korban Banjir 2 Pekan Ke Depan

Nagari Aie Angek
0


BATUSANGKAR -- Basarnas menyatakan, masih akan melakukan pencarian terhadap korban hilang 10 orang yang masih belum ditemukan akibat banjir bandang yang melanda Sungai Jambu-Parambahan, Tanah Datar.

Hal itu diungkapkan Hendri dari Basarnas saat mengukuti rapat evaluasi bersama Bupati Tanah Datar, Eka Putra, Dandim, Kapolres dan Forkopimda di Gedung Indo Jalito Batusangkar, Sabtu (25/5/2024) malam.

“Pada sektor B areal pencarian lebih kurang 6 km, Sungai Jambu-Parambahan, pada hari ini Sabtu (25/5) dengan menggunakan peralatan SAR air dan kelengkapan APD lainnya hasilnya masih nihil," kata Hendri.

Dia juga mengajak masyarakat, jika ada tempat-tempat yang dicurigai, laporkan ke Basarnas. 

"Jika ada laporan dari masyarakat, kita akan turunkan tim ke lapangan dan akan dilakukan pencarian," pesannya.

Sementara itu Bupati Tanah Datar, Eka Putra memastikan korban bencana alam banjir bandang Gunung Marapi yang belum ditemukan, masih tetap dilakukan pencarian pada masa tanggab darurat yang diperpanjang selama dua minggu ke depan. Pencarian dilakukan di beberapa areal sektor yang telah ditentukan.

Percarian korban hilang yang belum ditemukan, masih dilakukan di beberapa titik yang sudah ditentukan," tegasnya.

Bupari Eka Putra saat berada di Posko Bencana, di Nagari Parambahan, Minggu (26/5/2024) menyebut  bahwa pemerintah daerah bersama personil gabungan terus berupaya menemukan seluruh korban banjir bandang dan tanah longsor.

“Terutama sekali, kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Kami Pemerintah Daerah dan personil gabungan terus berupaya mencari korban banjir bandang dan longsor yang masih hilang,” ujar Bupati Eka.

Ia menambahkan, saat ini selain melakukan penyisiran lokasi banjir bandang dan tanah longsor oleh petugas gabungan, pencarian juga dibantu menggunakan alat Hagglunds dari PMI Sumbar.

“Berbagai usaha tengah kami upayakan. Salah satunya cara yang dilakukan pelaksanaan normalisasi sungai sembari mencari korban yang masih hilang,” ujarnya.

Bupati Eka Putra pun berharap agar seluruh keluarga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor untuk ikhlas, tawakal dan berdo’a agar seluruh upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil.

“Yang terpenting adalah ikhlas. Fengan keihklasan itu, akan memberikan energi positif bagi kami dan personil gabungan dilapangan dalam mencari korban banjir bandang dan tanah longsor yang masih hilang,” ujarnya.

Sementara, salah satu keluarga 3 korban yang dikunjungi Bupati, Delfi Hendra (29) yang warga Nagari Parambahan menyebutkan keluarga besarnya telah mengikhlaskan ayahnya yang belum ditemukan.

Ia pun berharap pihak terkait untuk dapat terus mencari anggota keluarganya tersebut, bagaimana pun situasi dan kondisinya.

“Kami dari pihak keluarga telah mengikhlaskan, tetapi kami berharap Pemerintah Daerah bersama pihak terkait lainnya melanjutkan mencari anggota keluarga kami yang hilang,” ujarnya.

Dikatakan, rapat evaluasi semalam juga membicarakan penanganan pengungsi, distribusi bantuan, normalisasi daerah aliran sungai, dan rencana relokasi rumah warga yang terdampak banjir bandang.

"Terkait relokasi rumah warga yang terdampak, kita sudah disiapkan lahan, lebih kurang 10 hektare,” ucap Eka Putra.

Selain juiga dilakukan pembersihan lahan material banjir bandang di rumah-rumah penduduk, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya masih terus dilakukan. 

"Tumpukan material banjir bandang, seperti kayu lumpur dan lainnya juga sudah disiapkan lahan lebih kurang satu hektare," jelasnya.

Bagi warga yang sudah 14 hari pascabanjir bandang tinggal di pengungsian dan sudah ada yang mengalami sakit, seperti gatal-gatal, pihaknya akan menyediakan hunian sementara yang sedang dipersiapkan dan mendistribusikan air bersih.

"Warga yang tinggal di pengungsian, kesehatannya diperiksa oleh tim medis, dan tak kalah penting trauma healing yang terus dilakukan," ungkap bupati.

Di lain pihak Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, menyikapi terkait informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus jelas seperti halnya pemberitaan media baik cetak maupun elektronik, sehingga masyarakat tidak keliru, kejadiannya dimana dan tindakannya apa. (at/sumbarsatu/padangexpo)



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)


Media ini tayang pertama kali pada 10 Maret 2009
sebagai media informasi seputar kampung halaman dan rantau.


Tungganai:
. Ketua Ikaira Jaya

Tim Redaksi:
. Oce E Satria Dt Tumuamaik

. Indra Thalib St Lelo Kayo

. Yuliusman Kamil


To Top