BANYAK tokoh anak Nagari Pandai Sikek yang mewarnai sejarah. Mulai dari Haji Miskin, Taufik Ismail, Palin Sutan Alamsyah , dr Wahab dokter pertama di Padang Panjang, Angku Sep Kepala Kereta Api Stasiun Padang Panjang, Pendiri Thawalib dan Diniyah Putri Padang Panjang dan Beberapa Tuanku Lareh di Zaman Belanda dll. Termasuk Palin Sutan Alamsyah, Bupati Pertama Tanah Datar.
Palin Sutan Alamsyah adalah anak dari pasangan Pasir Dt. Maharadjo dan Ida asal Pandai Sikek. Lahir 1888. Ia dikenal sebagai Demang Palin adalah seorang birokrat pemerintah Hindia-Belanda yang setelah kemerdekaan Indonesia berdasarkan beslit R.I./I tanggal 8 Oktober 1945 yang ditandatangani oleh Moehammad Syafei Residen Pertama Sumatera Barat dipeserahi tugas sebagai Kepala Luhak (sekarang Bupati) Tanah Datar, Sumatera Barat dari 8 Oktober 1945.
Ia mengawali karier sebagai juru tulis di Schrijver bij den District Sawahlunto pada 1914. Kemudian menjadi Adjunct Djaksa Distrik Payakumbuh, Afdeling Lima Puluh Kota (1920). Asisten Demang Koto Nan Gadang berkedududakn di Koto Baru Simalanggang masuk nagari Taeh-Simalanggang dan Gando-Sungai Baringin (1920-1925).
Selanjutnya, berdasarkan Koran Sinar Sumatera yang terbit Selasa 9 Juni 1925 Palin Sutan Alamsyah Menjadi Asisten Demang pada onderdistrik Mungkar (1925-1929).
Kemudian berdasarkan catatan Regering Almanak Belanda Tahun 1931 Palin Sutan Alamsyah menjabat sebagai Asistent Wedana Van Politie di Onderafdeling Lima Puluh Kota berkedudukan di Payakumbuh sejak 30 Maret 1929-1933).
Berdasarkan Onderscheidingen ter Westkust". De Sumatra Post. 5 September 1929.Pada 31 Agustus 1929, pemerintah Hindia Belanda menganugerahkan penghargaan Bintang Perak Kecil (De Kleine Zilveren Ster) atas "loyalitas dan prestasi"-nya kepada Palin Sutan Alamsyah.
Palin Sutan Alamsyah dipercaya menjadi Asisten Demang Padang Panjang (1933–1935), dan Asisten Demang Sungai Dareh (1935–1936). Pada 1936, ia dikembalikan sebagai Demang Padang Panjang dan Batipuh X Koto (1935-1943).
Palin Sutan Alamsyah Mempunyai tiga orang Istri : Sawadjir; Radias (Payakumbuh) dan Noeziar (enek).
Anak
1.Palizir Haftil Marajo Sutan (1916).
2.Novezar Mangkuto Sinaro (1918).
3.Rusli Palin Sutan Batuah (1920).
4.Jasman Dt.Bagindo Di Pucuak (1921).
5.Meizir Angku Basa (1922).
6.Jasrin Mangkuto Basa (1923).
7. Darlina (1927).
8. Pauliza Palin (1930).
9. Yanuwar (Pado).
10.Falizar (Tjan).
11.Rezni.
12. Nies.
Palin Sutan Alamsyah meninggal dunia pada 4 Mei 1967.
