Oleh: Oce Satria, Aie Angek
AIE ANGEK dalam satu dekade ini telah tumbuh menjadi kawasan yang patut diperhitungkan dalam bidang pariwisata. Sejumlah objek wisata dikembangkan Pemerintah Nagari bersama pemuda setempat untuk menjadi destinasi wisata baru. Hampir semuanya dieksplore dari potensi alam; pemandian air panas, arena pemancingan, air terjun, hingga yang terbaru membangun track pendakian ke Gunung Marapi.
Letaknya yang strategis, di pertengahan jalur Padangpanjang-Bukittinggi, membuat Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menjadi Nagari yang dilintasi kendaraan sepanjang hari , baik dari Jawa, Padang, Medan, dan Pekanbaru.
Kawasan Rest Area AIE BADARUN
Jika Anda sering ke Bukttinggi dari arah Padangpanjang, atau sebaliknya, Anda akan melewati kawasan semacam rest area yang terkenal yakni, “Aie Badarun”. Di sini terdapat deretan rumah makan yang terkenal dengan masakan khas Minang. Saban hari kawasan ini ramai disinggahi para wisatawan maupun mereka yang melakukan perjalanan jauh lintas Sumatera. Anda bisa makan enak, berehat dan shalat di sini.
Kawasan ini terbilang aman dari tindak kriminalitas. Suasana yang sangat sejuk didukung oleh keramahan para pedagang, serta perlakuan hangat dan familiar masyarakat setempat. Boleh dikata, kawasan ini hidup 24 jam sehari, 7 hari seminggu, nonstop. Pada akhir pekan, hari libur, dan lebaran, kawasan ini akan penuh sesak. Anda harus antri untuk mendapat tempat.
Aie Angek Cottage
Sepelemparan batu dari kawasan Aie Badarun, ada Aie Angek Cottage, sebuah tempat peristirahatan yang cukup representatif. Di sini Anda bisa mengajak keluarga untuk beristirahat dengan sewa yang tidak bakal mencekik kantong. Aie Angek Cottage juga sering digunakan untuk kegiatan komunitas, kantor, dan perusahaan.
Dari Aie Angek Cottage Anda akan mendapati pemandangan yang aduhai. Nikmati kehijauan seluruh kawasan Gunung Marapi dan Singgalang dari sini. Di pagi hari atau sore di saat berebut Ashar dengan Magrib, rona alam pegunungan akan benar-benar sangat indah terasa di sini.
Rumah Puisi TAUFIQ ISMAIL
Penyair Angkatan 66, Taufiq Ismail, memilih Nagari Aie Angek untuk membangun monumen kepenyairannya: Rumah Puisi. Rumah Puisi yang dinamai dengan namanya ini telah dikenal di seantero negeri hingga ke manca negara. Di sini sering digelar berbagai acara kebudayaan, seni dan sastra.
Belum ke Sumbar jika belum menginjakkan kaki di Rumah Puisi Taufiq Ismail ini, begitu buhandai wisatawan yang sudah pernah ke Sumbar. Anda dapat melihat berbagai koleksi seni dan sastra yang sengaja diperuntukkan bagi masyakarat oleh penggagasnya, penyair Taufiq Ismail. Hampir tiap hari Rumah Puisi ini dikunjungi masyarakat. Selain melihat koleksi, tentu saja tak lupa berselfi-ria, mengabadikan kunjungan ke sini.
Pasar Sayur
Masih di deretan Aie Badarun, Aie Angek Cottage dan Rumah Puisi, sesudahnya ada kios-kios sayur yang khusus menjual sayur-sayur segar yang dipanen langsung dari ladang dan sawah petani di Nagari Aie Angek. Karena Anda berbelanja langsung di sumbernya, dijamin harganya lumayan menghemat kantong,
Anda juga akan masih menemukan kios-kios hampir di sepanjang jalan Padangpanjang-Bukittinggi yang melintasi Nagari Aie Angek. Sayur dan buah memang sangat dominan, namun Anda juga bisa menemukan lapau-lapau bika yang memproduksi dan menjual bika, penganan khas di daerah ini.
Di belakang lapau-lapau bika, tepatnya di Jorong Kayu Tanduk, Nagari Aie Angek, ada telaga yang sangat indah dengan airnya yang jernih serta view Gunung Marapi yang menarik. Telaga ini oleh masyarakat tempatan, dinamai Tabek di Ujuang. Ujung artinya arah ke barat.
Di namai Tabek di Ujuang lantaran telaga ini punya kembaran yang terletak di sebelah puhun (timur) tepatnya di Desa Kapalo Koto dan Koto Nan Gadang. Namanya Tabek Busuak atau dikenal juga dengan nama Telaga Harapan. Sejak tahun 80-an, telaga ini sudah menjadi destinasi wisata terkenal di Sumatera Barat. Di sinilah digelar setiap pekan lomba Pancing Ikan berhadiah jutaan. Tabek Busuak mampu menampung ratusan pemancing.
Pemandian Air Panas AIE ANGEK
Inilah cikal bakal nagari ini di namai Aie Angek. Salah satu sumber air panas (aie angek) dari Gunung Marapi keluar di sini. Berada di Jorong Kandang Sampia, sumber air panas ini sejak dulu ditampung dalam sebuah kolam. Kolam inilah yang menjadi tempat pemandian masyarakat dan juga wisatawan.
Pemandian ini terdiri dari dua bagian yakni bagian arah ke timur untuk perempuan, dan bagian arah ke barat diperuntukkan bagi pria. Di sini Anda bisa berendam air panas sepuasnya. Karena kondisi cuaca, suhu air akan terasa lebih panas pada pagi dan malam hari.
Air Terjun Sarasah
Jika Anda ingin menikmati pesona alam yang lebih menakjubkan, di Aie Angek juga ada Air Terjun Sarasah. Terletak di kaki Gunung Marapi, sekitar 2.5 kilometer dari jalan raya Padangpanjang-Bukittinggi (masuk dari Jembatan kereta api atau dari Simpang), air terjun ini persis berada di dekat Tanah Dambin-Dambin (sebuah hamparan cukup luas di kaki gunung Marapi).
Air Terjun Sarasah ini memiliki ketinggian tak kurang dari 17 meter, dengan curah air yang cukup untuk terlihat indah jika Anda berada di bawahnya. Di ceruk air terjun banyak bebatuan besar kecil yang biasa dijadikan untuk duduk-duduk oleh pengunjung. Lokasinya juga dikitari tebing dan pohon-pohon yang membuat suasana di sini terasa sangat ritmis dan romantis.
Agro Wisata Hamparan Kebun Sayur
Kawasan Nagari Aie Angek merupakan tanah yang subur (karena berada di kaki gunung merapi aktif), tak heran jika sayur dan buah-buahan tumbuh subur di sini. Ratusan hektare tanaman sayur lobak kol, buncis, wortel, sawi, cabe, tomat, salederi dan lainnya, membuat Nagari ini sebagai produsen sayuran utama di Tanah Datar untuk pasokan pasar Padangpanjang, Padangluar, Pekanbaru dan Batam.
Jika Anda berlibur ke Aie Angek, nikmati indah dan asrinya pemandangan kebun sayur rakyat. Mampir bercengkerama dengan para petani sekaligus berbelanja sayur langsung di kebun petani.
Track Pendakian Gunung Marapi
Ingin mendaki gunung Marapi? Kini Anda dipermudah dengan telah dibukanya jalur pendakian baru melalui Aie Angek. Masuk dari mulut desa (simpang dekat pasar sayur dan jembatan kereta api), kendaraan roda dua dan empat bisa digunakan untuk mencapai shelter awal. Pendaki akan memulai pendakian di shelter yang telah disediakan. Lokasinya berada tak jauh dari Air Terjun Sarasah, sekitar 500 meter, di sekitar hamparan pohon pinus.
Track baru ini resmi dibuka sejak akhir Desember 2016 lalu, bertepatan dengan momen pergantian tahun. Ribuan pendaki menikmati track baru via Aie Angek ini, yang sebelumnya tak pernah mereka dapatkan.
Menurut Wali Nagari Aie Angek, Anwar St Bandaro Bungsu, selain lebih aman dan nyaman, jarak tempuh hingga sampai ke puncak Marapi juga lebih cepat. Tak heran jika banyak kaum hawa dan pelajar mulai tertarik. Mereka yang selama ini beranggapan naik gunung Marapi itu susah dan jauh, kini justru antausias mencoba pengalaman baru. “My Trip My Adventure!” begitu mereka dengan bangga berkata usai menikmati pendakian melalui jalur Aie Angek ini. (Oce Satria)
