"Ide Gila" Memajukan Tanah Datar

Nagari Aie Angek
0



Oleh Yong Ardinal

MENYAMBUNG tulisan sebelumnya, berikut saya tulisan terkait pengembangan
bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Bidang pertanian, peternakan dan perikanan merupakan sumber penghidupan sebagian besar masyarakat di Kabupaten Tanah Datar.
Secara umum beberapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adalah ketidakpastian harga hasil panen, bibit yang kurang baik, hama dan penyakit serta mahalnya biaya produksi yang juga berakibat pada rendahnya hasil  produksi atau nilai jual hasil produksi atau margin keuntungan yang semakin rendah atau bahkan kerugian yang dialami oleh masyarakat.

Berikut adalah beberapa pemikiran berdasarkan pengetahuan dan pengalaman penulis serta pemberitaan keberhasilan dari beberapa kepala daerah yang cukup berhasil.

Pertama,  bupati dan wakil bupati harus  melaksanakan secara konsisten semua kebijakan dan peraturan perundangan dari pemerintah pusat dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Secara umum kebijakan dan Peraturan Perundangan di Indonesia sudah sangat baik untuk tujuan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat karena dirumuskan oleh para ahli dalam bidangnya terkait. Tantangannya adalah dalam pelaksanaannya.

Kedua, pemerintah kabupaten harus mampu dan memiliki kreatifitas dalam menyediakan bibit unggul untuk kebutuhan masyarakat, apakah melalui Balai Benih Holtikultura (BBH), Balai Inseminasi Buatan (BIB), dan Balai Benih Ikan (BBI).  Pemerintah kabupaten harus memiliki pegawai yang ahli serta memiliki integritas, akuntabilitas, dan tanggung jawab tinggi untuk ketiga balai ini dalam menjamin ketersediaan bibit tanaman, ternak dan ikan yang sangat unggul.

Sebagai contoh adalah padi dengan umur pendek, produksi tinggi, tahan hama dan rasa enak, jagung yang dapat memiliki tiga tongkol dengan biji yang padat dan baik untuk setiap pohon dengan umur yang pendek dan tahan hama, ikan mas (rayo) seperti ikan mas majalaya yang dapat dipanen tiga atau dua ekor sekilo dalam waktu pembesaran 2.5 bulan atau lele dumbo yang bisa dipanen 5 atau 6 ekor sekilo dalam waktu pemeliharaan 2.5 bulan, begitu pula dengan ikan lokal lainnya seperti paweh dan ikan jenis grass carp yang dapat dipelihara dengan mudah dan memakan gulma air.

Untuk ternak bagaimana menyediakan bibit sapi limosin atau simental yang pertumbuhannya cepat atau sapi perah dengan produksi susu tinggi, kambing Etawa dan mengembangkan jenis ternak lokal lainnya yang juga unggul.

Ketiga, memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pupuk, pestisida, herbisida, makanan ternak, vitamin, obat, immunisasi dan peralatan serta teknologi pendukung pertanian, peternakan, dan perikanan. 

Keempat, memberdayakakan kembali KUD sebagai pelaku untuk menyalurkan bibit unggul, pupuk, pestisida, herbisida, makanan ternak, makanan ikan, vitamin, obat, imunisasi dan peralatan pendukung lainnya seperti butir ketiga di atas dengan sistem milineal. Artinya KUD akan bertindak sebagai storage dan tempat pengirim atau pengambilan barang toko online ke/oleh petani dan peternak yang terhubung ke BBH, BIB dan BBI serta agen utama pupuk, dan penyalur barang pertanian, peternakan dan perikanan lainnya.

Untuk ini pengurus dan pegawai KUD harus memiliki kompetensi dan dibekali dengan pengetahuan, teknologi dan sistem penjualan online dan juga manajemen KUD yang baik.

Kelima, boleh jadi Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan yang dulu ada zaman Pak Harto dihidupkan dan digiatkan kembali yang dapat memberikan pembinaan serta penyuluhan pada petani dan peternak dan juga tambahan fungsi serta tugas lain untuk memantau serta memetakan tingkat produksi dan permasalahan yang dihadapi petani dan peternak untuk dijadikan dasar pembuatan kebijakan serta program unggulan pemerintah kabupaten.

Keenam, membangun dan meningkatkan sistem irigasi yang terpadu dengan hydro/microhydro power generation dan pembukaan lahan pertanian, peternakan dan perikanan untuk intensifikasi dan ekstensifikasi. Juga peningkatan jalan/akses yang lebih memudahkan ke lahan pertanian serta pasar atau sentra penjualan hasil pertanian, peternakan dan perikanan.

Ketujuh, memikirkan, membuat, dan melaksanakan kebijakan, program dan sistem untuk menjamin harga jual hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang optimal untuk kesejahteraan petani termasuk memotong jalur distribusi atau mendekatkan petani dan peternak pada end user/customer. Memberdayakan KUD juga atau kerja sama dengan departement store, toko online, jaringan hotel dan restoran  atau membangun tempat penyimpanan atau pabrik untuk produk olahan dari hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Sehingga nilai tambah/jualnya lebih tinggi dan tidak perlu khawatir produknya cepat rusak karena kalau masih dalam bentuk sayur atau ikan bisa rusak atau busuk.

Sebagai contoh sederhana di Nagari Aie Angek petaninya ahli dalam bertanam seledri, mungkin bisa ada pabrik mini untuk membuat tepung seledri. Mungkin bisa membuat bakso ikan dari ikan paweh dan taweh, ikan/ayam/daging frozen dan lain sebagainya.

Mungkin ini ide gila  tapi juga bisa masuk akal. Masyarakat mungkin tidak mudah untuk melakukan ini, tetapi Pemerintah dapat berperan banyak untuk memfasilitasinya. Dapat juga membangun sentra-sentra penjualan produk hasil pertanian, peternakan dan perikanan yang juga melayani penjualan online. Kesemuanya ini juga dapat menimbulkan multiflier effect.

Ini hanya mungkin sebagian saja dari peluang yang ada untuk bidang pertanian, peternakan, dan perikanan tetapi kalau bisa dilaksanakan insyaallah dapat mengubah  perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk merealisasikannya seperti dengan mengundang investor dan kerja sama dengan berbagai Pusat Penelitian Perguruan Tinggi seperti IPB, Unand, UI, USU dan sebagainya. Putra putri TD yang kuliah di berbagai perguruan tinggi tersebut mungkin bisa magang di Pemkab untuk mengisi liburan mereka. Beberapa peluang di atas yang bersinggungan dengan bidang lain akan dibahas pada bidang terkait tersebut

Tulisan berikutnya mengenai peluang dan potensi peningkatan kemajuan Kab Tanah Datar untuk bidang pemerintahan lainnya. (*)

Judul asli: Peluang dan Potensi untuk Memajukan Tanah Datar

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)


Media ini tayang pertama kali pada 10 Maret 2009
sebagai media informasi seputar kampung halaman dan rantau.


Tungganai:
. Ketua Ikaira Jaya

Tim Redaksi:
. Oce E Satria Dt Tumuamaik

. Indra Thalib St Lelo Kayo

. Yuliusman Kamil


To Top