Aie Angek Menunggu Investor

Nagari Aie Angek
0
INVESTASI - Aie Angek Online - Kabupaten Tanah Datar termasuk daerah yang beruntung di Sumbar. Selain menjadi sentral kebudayaan, daerah yang dipagar Gunung Marapi dan Singgalang itu juga memiliki potensi wisata yang luar biasa. Sayang, potensi besar tersebut hingga kini kondisinya masih mengkhawatirkan.

“Sumber air panas itu ada di banyak titik. Sayangnya, potensi ini tak bisa digarap maksimal karena keterbatasan modal. Seandainya adalah investor yang mau menanamkan modalnya di sini, jelas memiliki makna yang luar biasa bagi pengembangan pariwisata Tanah Datar,” ujar Walinagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Rosman Subara St. Rajo Nan Sati, Kamis (10/3), di ruangan kerjanya.

Menurut Rosman, sesuai dengan pengakuan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanah Datar Drs. Alfian Jamrah, M.Si, nagari yang dipimpinnya itu memiliki banyak keunggulan di sektor pariwisata. Cuma saja, karena belum dilirik pemilik modal, maka situasinya masih berjalan sebagaimana adanya saja.

Nagari Aie Angek memiliki view yang indah di lereng Gunung Marapi. Di kawasan ini juga terdapat pusat perdagangan sayur mayur segar yang disinggahi banyak wisatawan, Kawasan Agribisnis Sayur Organik (KASO), Institut Pertanian Organik (IPO), telaga pemancingan, Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Rumah Budya Fadli Zon.

Di sini, sebutnya, juga terdapat sebuah penginapan eksklusif yang dilengkapi dengan ruangan pertemuan berkelas internasional, yakni Aie Angek Cottage. Kesempurnaan Aie Angek sebagai daerah tujuan wisata kian menjadi-jadi dengan tersedianya objek wisata kuliner sekaliber Restoran Samba Lado, Rumah Makan Aie Badarun dan Soto Padang Khas Pandai Sikek.

Daerah ini juga dikenal sebagai penghasil sayur mayur terbesar di Kecamatan X Koto. Selain seledri, bawang prei, lobak dengan beragam jenis, kini masyarakat tengah giat-giatnya berkebun cabai.

“Harga cabai di tingkat petani sudah sangat menguntungkan. Terkadang bisa terjual Rp25 ribu/kg. Bahkan pada waktu-waktu tertentu, harganya malah bisa di atas Rp35 ribu,” terang Rosman.

Selain cabai, potensi baru yang pantas dikembangkan di daerah ini adalah strawberry. “Kalau selama ini Aie Angek dikenal dengan sayur organik dan tanaman hortikultura, kini potensi baru mulai pula dilirik investor. Melihat bagusnya buah dan tanaman strawberry di pekarangan warga, muncul pula keyakinan baru, tanaman itu cocok dikembangkan di nagari ini,” ujar seorang warga.

Menurut dia, untuk menggaet investor akan bersedia menanamkan modalnya di sehttp://www.blogger.com/img/blank.gifktor perkebunan strawberry, Pemkab Tanah Datar mesti melakukan berbagai upaya, misalnya dengan membuat peta potensi tanah, perkebunan percobaan dan sebagainya. Kalau sudah ada menampakkan hasil, Pemkab tentu dengan mudah membawa investor ke sini. Masyarakat, tuturnya, selalu siap untuk bekerjasama dengan pihak manapun, asal saling menguntungkan.(MUSRIADI MUSANIF)

BERITA DARI Pewarta Indonesia
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)


Media ini tayang pertama kali pada 10 Maret 2009
sebagai media informasi seputar kampung halaman dan rantau.


Tungganai:
. Ketua Ikaira Jaya

Tim Redaksi:
. Oce E Satria Dt Tumuamaik

. Indra Thalib St Lelo Kayo

. Yuliusman Kamil


To Top