Bupati Tanah Datar Usulkan Sekolah Tambah Jam Pelajaran Belajar Adat

Nagari Aie Angek
0
 
Bupati Tanah Datar, Eka Putra



AIENGEK ONLINE -- Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengusulkan para kepala sekolah SMP dapat menambah jam untuk memasukkan pelajaran adat dan budaya Minangkabau.

“Caranya bagaimana, saya serahkan lagi kepada para kepala sekolah dan guru, yang penting, saya ingin generasi kita di zaman digital ini jangan ketinggalan dengan sejarah Minangkabau," kata Bupati Eka.

Hal itu disampaikan bupati saat memberi sambutan pada kegiatan Rapat Kerja Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Tanah Datar Tahun 2022, yang diselenggarakan di Bukittinggi, Rabu (2/11/2022).

Raker tersebut diikuti 57 orang kepala SMP se-Tanah Datar.

Menurut Bupati Eka Putra, para kepala sekolah bisa menggagas dan merumuskan kearifan lokal bisa masuk kurikulum. Untuk itu dibutuhkan kerjasama semua elemen terkait.

“Kepada jajaran Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah, diharap bisa menggagas program perencanaan pendidikan yang matang, dan mulai memasukkan kearifan lokal dalam kurikulum sekolah,” tuturnya.

Begitupun dalam meningkatkan ketaatan siswa menjalankan ibadah, harus dilakukan pembiasaan. Sebagai contoh, imbuh bupati, pihak sekolah bisa melakukan kegiatan mengaji bersama, salat dhuha, dan salat dzuhur berjamaah setelah pulang sekolah.  

"Mungkin juga menambah jam untuk memasukkan pelajaran adat dan budaya kita," ujarnya.

Hanya saja, diingatkan bupati,  dalam memasukkan pelajaran tentang kearifan lokal jangan sampai mengganggu program pendidikan nasional. 

"Seperti apa polanya, kita serahkan pada pihak sekolah," katanya.

Menurut Eka, majunya suatu negara, majunya suatu daerah itu dilihat dari kemajuan SDM masyarakatnya. Bukan karena jalannya saja, bukan pariwisata yang bagus, tetapi SDM masyarakatnya yang utama.

“Saya yakin kalau kita semangat, misi meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing bisa dicapai," tukuknya.



Selain itu, menurut bupati, para siswa juga harus tahu sejarah tentang Tanah Datar, maka kita harus hadirkan ahli sejarah untuk ikut memberikan pelajaran. 

"Ayo sama-sama, supaya anak-anak generasi muda kita di zaman digital, di zaman yang canggih ini tidak lupa dengan sejarah Minangkabau," ajaknya.

Menurut Bupati Eka, raker tersebut bagian dari cara untuk membuka pikiran, sekaligus memecahkan berbagai masalah kerja, yang selama ini dihadapi oleh para kepala sekolah.

"Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyampaikan terima kasih atas terlaksananya Raker MKKS ini, semoga dengan Raker ini apa yang menjadi ganjalan pekerjaan bisa dicarikan solusinya," paparnya 

Bupati mengaku amat bahagia, karena bertemu dan bertatap muka langsung dengan para kepala sekolah, seraya menegaskan, dia berasal dari keluarga guru, yakni ibunya.

"Walaupun ada kepala dinas di sini, jangan malu-malu,. Tidak usah takut. Sampaikan saja apa adanya. Kita harus saling bersinergi dan terbuka agar dunia pendidikan kita di Tanah Datar maju," kata bupati.

Eka juga mengingatkan, SMP adalah tempat untuk membentuk karakter anak-anak, begitu banyak pengalaman pertama yang didapat oleh anak-anak ketika mereka sedang berada di sekolah atau saat menimba ilmu di tingkat pendidikan SMP.

"Saya ingin mengajak semua bapak ibu kepala sekolah, mari kita keluarkan semua kreativitas kita untuk membuat anak-anak mendapatkan pengalamannya. Karena situasinya berbeda ketika kita dulu menjadi murid dengan zaman sekarang. Sekarang zaman digital, untuk itu perlu kita membangkitkan kreatifitas murid," tandas bupati. (dttm/Prokopim)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)


Media ini tayang pertama kali pada 10 Maret 2009
sebagai media informasi seputar kampung halaman dan rantau.


Tungganai:
. Ketua Ikaira Jaya

Tim Redaksi:
. Oce E Satria Dt Tumuamaik

. Indra Thalib St Lelo Kayo

. Yuliusman Kamil


To Top