Aktivitas Gunung Marapi yang berlokasi di kawasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam mengalami peningkatan sejak pagi, Rabu (03/08). Gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (dpl) itu telah delapan kali menyemburkan debu vulkanik.
Dari keterangan warga kaki Gunung Marapi, Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Eri Sutan Marajo, saat dihubungi via sambungan telepon, mengatakan bahwa Rabu (3/8), terjadi hujan abu setebal 1 centimeter. Kini, abu telah menutupi tanah di depan rumahnya juga ladang kubisnya.
Manajer Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Sumatera Barat (Sumbar), Ade Edward mengakui peningkatan aktifitas pada Gunung Marapi. Bahkan, Rabu (3/8) pagi telah terjadi semburan debu di Gunung Merapi.
Semburan tersebut mencapai Sungai Sariak dan Sicincin, yang berada di Kabupaten Padang Pariaman. Daerah tersebut berjarak sekitar 25 Kmr dari pusat semburan.
Hingga kini, kawasan di kaki Gunung Merapi seperti Kota Bukittinggi, Koto Baru, Padang Panjang, dan wilayah Tanah Datar tertutupi debu berbau balerang dengan ketebalan 1 centimeter.
Menurut Ade, peningkatan aktifitas vulkanik Gunung Marapi merupakan akibat pergerakan aktivitas Patahan Sumatera sejak awal tahun 2011.
Melihat kondisi tersebut, Ade menghimbau warga yang berada di kaki Gunung Marapi untuk waspada dan siaga guna mengantisipasi peningkatan aktifitas gunung tersebut.
"Sebaiknya warga menggunakan masker. Jangan sampai terganggu pernafasan akibat semburan abu tersebut," paparnya.
Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) meningkat statusnya dari aktif normal menjadi waspada, Rabu (03/08). Status tersebut meningkat pasca gunung yang berlokasi di kawasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam itu delapan kali menyemburkan debu vulkanik, sejak pagi tadi.
"Statusnya meningkat dari aktif normal jadi waspada," jelas Pengamat Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Warseno saat dihubungi via telepon.
Dikatakan Warseno, akibat peningkatan aktifitas tersebut, gempa tremors terus terjadi tanpa henti sejak tadi pagi. Meski tidak dirasakan langsung, tapi gempa tremors tersebut bisa dibaca melalui seismograf.
Awalnya gempa tremors tersebut amplitudonya cukup besar, tapi hingga sore ini telah berkurang menjadi 1 hingga 2 mm.
Hingga kini semburan abu vulkanik tersebut telah menutupi visual Gunung Marapi yang berada di kawasan Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar itu.
Warseno mengatakan, semburan kali ini serupa dengan letusan yang terjadi padahttp://www.blogger.com/img/blank.gif tahun 2005.
Sebelumnya, Marapi pagi tadi menyemburkan debu vulkanik hingg Sungai Sariak dan Sicincin, yang berada di Kabupaten Padang Pariaman. Daerah tersebut berjarak sekitar 25 Kmr dari pusat semburan.
(berita dikutip dari padangmedia.com )
